HomePEMERINTAH

Ahmad Andimakka “16,7 M Dana Anggota DPRD telah di potong untuk Rakyat”

Globalnewsnusantara.com-Buol Anggota DPRD Kabupaten Buol dari Partai Gerakan indonesia raya (GERINDRA) Ahmad Andimakka,S.Ag, M.Pd,mengatakan bahwa

Bupati Minahasa JWS Edarkan Pemberantasan Praktek Pungli
KPU Buol Lantik PPK Pasca putusan MK
GABUNGAN PERSONIL SABHARA-BRIMOB GELAR SIMULASI ANTI TEROR

Globalnewsnusantara.com-Buol

Anggota DPRD Kabupaten Buol dari Partai Gerakan indonesia raya (GERINDRA) Ahmad Andimakka,S.Ag, M.Pd,mengatakan bahwa 16,7 Milyar dana perjalanan dinas dan oprasional anggota DPRD kabupaten Buol telah di persiapkan untuk membantu masyarakat dalam masa menghadapi pandemi wabah virus Corona di wilayah kabupaten Buol.

Hal ini di ungkapkan Ahmad Andimakka saat di temui usai melaksanakan rapat antara Badan Anggaran DPRD Kabupaten Buol dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kabupaten Buol,provinsi sulawesi tengah,rabu (6/5/2020).

Ahmad Andimakka mengatakan bahwa telah terjadi tiga kali pemotongan anggaran perjalanan dan oprasional anggota DPRD Kabupaten Buol sejak tanggal 7 maret 2020,untuk mengatasi berbagai macam kekurangan kita dalam menghadapi penanganan masalah COVID-19.dalam wawancara singkatnya Ahmad Andimakka mengatakan “Mau tidak mau kita harus menerima kondisi kabupaten Buol yang akan menjalani pemberlakuan Pembatasan Sosial berskala besar (PSBB),dan itu tidak di anggarkan pusat maka kita terpaksa menyetujui beberapa item anggaran kita harus di pangkas guna mengantisipasi kemungkinan gejolak di masyarakat. sekali pun itu kami butuhkan dalam aktivitas kegiatan di DPRD namun kita telah mempertimbangkan kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan,tenaga-tenaga medis kita yang tidak di lengkapi dengan APD, serta kemungkinan akan terjadi konflik sosial sehubungan dengan kondisi ekonomi masyarakat kita maka jauh hari sebelumnya kita sudah menyetujui beberapa alokasi anggaran kami di potong dan hingga saat telah terjadi tiga kali pemangkasan anggaran secara bertahap”

Awal pemangkasan anggaran anggota DPRD di lakukan pada tanggal 7 maret 2020 yaitu 4 Milyar dan kemudian di rasionalisasi lagi di potong lagi 5 Milyar, yang terakhir ini 7,7 Milyard. Ahmad Andimakka mengatakan bahwa “di 7,7 Milyard tersebut masih ada makan dan minum di DPRD kita berharap bila kemudian kondisi Pandemi COVID-19 ini berkepanjangan maka kemungkinan sampai bulan desember masih tetap di potong.perjalanan dinas habiskan saja….!jangan ada lagi perjalanan dinas ke luar daerah,jadi apa lagi yang di kwatirkan dari komitmen kami yang ada di DPRD Buol ini untuk melakukan rasionalisasi…? Saya kira ini mungkin hanya miskomunikasi antara pemerintah daerah dengan DPRD Kabupaten Buol soal tahapan-tahapan menuju PSBB itu.dalam melakukan rasionalisasi kita juga patut curiga jangan sampai pemangkasan ini salah di manfaatkan. kenapa saya katakan begitu sebab baik KPK maupun pemerintah pusat melalui menteri keuangan memberi hukuman keras terhadap pelaku perbuatan korupsi dalam kondisi Pandemi COVID-19 ini. Oleh karena itu tentu kita wajib takut dan hati-hati jangan sampai yang di lakukan itu berdampak.sebagai lembaga pengawas kinerja pemerintah daerah kita wajib untuk meminta keterangan dari mereka bahwa apa saja pos pembelanjaan tersebut.sementara itu,kita saat ini telah turun lapangan ada di puskesmas yang kekurangan ada tenaga honorer yang sudah 4 bulan belum di bayarkan gajinya. sementara untuk tim medis saja kita liat hanya memakai APD dari baju hujan dalam menjemput dan memeriksa ODP dan PDP.sampai saat ini kami juga telah melakukan pengecekan kondisi PDP kita di tempatkan di mana dan apakah itu sudah layak atau tidak.Jadi mari kita berpikir sehat ungkap Ahmad Andimakka,melihat kondisi saat ini jangan saling menyalahkan sementara kita belum tahu jelas apa yang sudah di lakukan oleh kami di lembaga DPRD Kabupaten Buol ini,tutupnya”(Henny-KWRI)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: